Good night, have a nice dream ...
Beberapa waktu terakhir ini aku selalu merindukan
senja. Entah mengapa, kadang aku juga membencinya. Senja selalu
mengingatkanku pada bayangan perempuan yang berkelebat di setiap putaran
jarum jam. Tapi perempuan itu tak pernah bisa kusentuh, apalagi kucumbu
atau entah kuapakan lagi. Hanya suaranya yang selalu singgah di ceruk
telingaku yang kian lebar. Aku kadang juga tertawa sendiri, entah gila
atau sekedar terlena oleh sandiwara yang selalu kumainkan. Tapi bukan
sandiwara percintaan seperti yang sering kulihat di sinetron-sinetron
picisan. Entah sejak kapan perselingkuhan ganjil ini kumulai.
Tiba-tiba segalanya mengalir begitu saja. Mulai dari kamar mandi sampai di
atas ranjang, bayangan perempuanyang tak pernah melepas gaunnyaitu
selalu mengikutiku. Sesekali mengirimiku selimut atau sekedar mengucapkan,
Good night, have a nice dream
Kadang menyita waktu tidurku yang
biasanya kumulai saat jarum jam di atas kepala. Aku merindukannya, tapi
juga membencinya. Suatu kebencian karena selalu merindukannya.
|